Cerita Sex Dewasa | Perawatan Ekstra Dari Suster Anna

Cerita Sex Dewasa | Perawatan Ekstra Dari Suster Anna – Suatu siang  sedang terjadi keributan, ngga’ terang siapa lawan siapa… ketika itu saya melintas dengan BMW M50ku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara Surabaya… hambar saja ketika melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya… ia dikejar habis-habisan dan mencoba menerobos kerumunan penonton untuk mencari selamat.
Terbelalak mataku bengitu sadar siapa lelaki yang sedang dikerjar tersebut… ternyata ia Kakak temanku… namanya Anton. Yang ngga’ terang kenapa ia ada di sana dan dikeroyok orang segala, tapi saya sudah tidak sempat berpikir lebih jauh… segera saja saya pinggirkan kendaraanku dan saya turun untuk membantunya.
Aku tarik dua orang yang sedang memukulnya sebab Anton sudah jatuh terduduk dan dihajar berempat… sekarang Anton mengurus dua orang dan saya dua orang… memang masih tidak seiimbang… dalam perkelahianku saya berhasil menangkap satu dari lawanku dan saya jepit kepalanya dengan lengan kiriku sedang lengan kananku saya gunakan untuk menghajarnya… sementara saya berusaha menggunakan kakiku untuk melawna yang satunya lagi… saya tak sempat lihat apa yang dilakukan Anton… waktu seakan sudah tidak dapat dihitung lagi demikian cepatnya hingga hal terakhir yang masih saya ingat yaitu saya mencicipi perih di pinggang kanan belakangku… dan ketika kutengok ternyata saya ditusuk dengan sebilah belati dari belakang oleh entah siapa… sambil menahan sakit saya merenggangkan jepitanku pada korbanku dan berusaha melaksanakan tendangan memutar… sasaranku yaitu lawan yang di depanku. Namun pada ketika melaksanakan tendangan memutar sambil melayang… tiba-tiba saya melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang terjulur… ngga’ ampun lagi saya jatuh terjerembab dan gagal melancarkan saingan mautku… sesampainya saya di tanah dengan agak tertelungkup saya mencicipi pukulan bertubi-tubi… mungkin lebih dari 3 orang yang menghajarku. Terakir kali kuingat saya mencicipi beberapa kali bacokan hingga akibatnya saya sadar sudah berada di rumah sakit.
Aku tidak terang berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan ruangannya panas… dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang… pada ketika saya berusaha untuk melihat potongan bawahku yang terluka saya masih mencicipi nyeri pada potongan perutku dan kaki kananku serasa gatal dan sedikit kebal ( mati rasa )… saya coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku. Kemudian saya paksakan untuk tidur…
Sore itu saya dijenguk oleh Dian adik Anton… Dian ini sahabat kuliahku… ia datang bersama dengan Mita adiknya yang di SMA… katanya habis jenguk Anton dan Anton ada di ruang sebelah…
” Makasih ya Joss… kalo ngga’ ada kau kali Anton sudah… ” katanya sambil menitikkan air mata…
” Sudahlah… semua ini sudah berlalu… tapi kalo boleh saya tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ?” tanyaku penasaran. ”
Biasa gawa-gara cewek… mereka goda cewek Airlangga dan cowoknya marah makanya dikeroyok… emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya’ gitu… jadi dech di dihajar rame-rame” jawab Mita.
“Kak Jossy yang luka apanya saja ?” tanya Mita.
“Tau nih… rasanya ngga’ keruan ” jawabku… ” Lihat aja sendiri… soalnya saya ngga’ mampu gerak banyak… kau angkat selimutnya sekalian saya juga mo tau ” lanjutku pada Mita.
“Permisi ya Kak” kata Mita eksklusif sambil membuka selimutku ( hanya diangkat saja ).
Sesaat ia pandangi luka-lukaku dan mungkin sebab banyak luka sehingga ia sampe terdiam gitu… dan pas saya lihat pinggangku dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah… di bawahnya lagi saya melihat…. ya ampun pantes ni anak singkong bengong… meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik sekali… menyerupai perkedel. Sesaat kemudian saya masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.
Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku sebab ia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya ia melankolis sejati.
“Mita sini saya mo bilangin kau ” kataku…
Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku.
“Jangan bilang sama Dian soal apa yang kau lihat barusan… kau suka ngga’ ?” kataku berbisik.
“Serem ” bisiknya bales.
” Dian… kau jangan lihat lukaku… nanti kau makin ngga’ berpengaruh lagi nahan nangis… ” kataku.
” Tapi paling tidak saya mo tau… boleh saya raba ? ” tanyanya…
” Silahkan… pelan-pelan ya… masih belum kering lukanya. ” jawabku.
Dian pun memasukkan tangannya ke balik selimut… dan mulai meraba dari dada… ke perut… di situ ia mencicipi ada balutan… digesernya ke kanan kiri… terus ke bawahan dikit…
” Kok perbannya sampe gini… lukanya kaya’ apa ? ”
” Wah saya sendiri belum jelas… ” saya jawab pertanyaan Dian.
Turun lagi tangannya ke pinggul kanan… kena kulitku… terus ke tengah… kena meriamku… ia raba setengah menggenggam… untuk meyakinkan apa yang tersentuh tangannya… tersentak dan ia menarik tangannya sedikit sambil melepas pengangannya pada meriamku…
“Sorry… ngga’ tau…. ”
” Ngga’ apa-apa kok… malah enak kalo sekalian dipijitin… soalnya badanku sakit semua… ” kataku nakal.
“Nah…. Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? ” goda Mita… Merah wajah Dian ditembak gitu.
Dian terus saja meraba sampe pada kaki kananku dan ia menemukan gips… ” Lho… kok digips ?”
” Iya patah tulangnya kali ” jawabku asal untuk menenangkan pikirannya…
Dian selesai merabaiku… tapi tampak sekali ia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam tadi… dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar meriamku… sedang saya juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian barusan… Flash back lah.
Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangkit sehingga tampak pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana.
“Kak Joss… anunya bangkit ” bisik Dian padaku sambil ia ambil selimut lain untuk menutupnya… tapi tangannya berhenti dan membisu di atasnya… ”
“Supaya Mita ngga’ ngelihat ” bisiknya lagi. Aku cuman mampu mengangguk… saya sadar ujung penisku masih dapat menggapai telapaknya… saya coba kejang-kejangkan penisku dan Dian menyerupai merasa dicolek-coleh tangannya. “Mit… kau pamit sama Mas Anton dech… kita bentar lagi pulang dan semoga mereka istirahat… ” kata Dian… dan Mitapun melangkah keluar ruangan… ” “Kak Joss…. bandel sekali anunya ya ” bisik Dian… saya balas dengan ciuman di pipinya.
“Dian… tolongin donk… diurut-urut itunya… semoga lupa sakitnya… ” pintaku…
“Iya dech… ” jawab Dian eksklusif mengurut meriamku… dari luar selimut… semoga ngga’ nyolok dengan pasien lain… walaupun antara ranjang ada penyekatnya…
“Ian… dari dalem aja langsung… semoga cepetan…. ” pintaku sebab merasa tanggung dan waktunya mepet sekali ia mo pulang., Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu… terus tangannya dimasukkan dalam selimutku eksklusif meremas meriamku… dielusnya batangku dan sesekali bijinya… dikocoknya… lembut sekali… wah gila rasanya… lama juga Dian memainkan meriamku… sampe saya ngga’ tahan lagi dan crrooottt….. crot…. ccrrroooo..tttt…. beberapa kali keluar…
Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik selimut… sedikt kena spermaku telapak tangan Dian… ia goserkan pada sisi ranjang untuk mengelapnya…
” Sudah Kak Joss… saya sama Mita mo pulang…. ” pamit Dian… ” Sudah keluar khan… ” bisiknya pada telingaku… cup… pipiku diciumnya… ” Cepet sembuhnya… besok saya tengok lagi ” Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang terakhir.
“Eh… kalo mampu bilangin susternya saya minta pindah kelas satu donk… di sini gerah ” pintaku pada mereka.
Merekapun keluar kamar dan melambaikan tangan… satu jam kemudian saya dipindahkan ke tempat yang lebih bagus… ada ACnya dan ranjangnya ada dua. Tapi ranjang sebelah kosong. Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster perawat… itu saya tau ketika saya didorong dengan ranjang beroda.
“Habis gini mandi ya ” kata suster perawat sehabis mendorongku…
Tidak lama kemudian ia sudah balik dengan baskom dan lap handuk… ia taruh baskom itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku serta melipatnya akrab kakiku. terbuka sudah seluruh tubuhku… pas ia lihat sekita meriamku terkejut dia… ada dua hal yang mengagetkannya…
Yang pertama yaitu ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal… besar sekali… Dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian… spermaku masih awut-awutan tanpa sempat dibersihkan… walaupun sebagian menempel di selimut… tapi bekasnya yang mengering di badanku masih terang terlihat.
“Kok… kayaknya habis orgasme ya ? ” tanyanya. Lalu tanpa tunggu aju jawab ia ambil wash lap dan sabun…
“Sus… jangan pake wash lap… geli… saya ngga’ biasa ” kataku.
Suster itu mulai dengan tanganku… dibasuh dan disabunnya… usapannya lembut sekali… sambil dimandiin saya pandangi wajahnya… dadanya… cukup gede kalo saya lihat… orangnya agak putih… tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku… dan seterusnya ke leher dan dadaku… terus diusapnya… sapuan telapak tangannya lembut saya rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya.
Sampe juga akibatnya pada meriamku… dipegangnya dengan lembut…. ditambah sabun… digosok batangnya… bijinya… kembali ke batangnya… dan saya ngga’ berpengaruh untuk menahan supaya tetap lemas… akibatnya berdiri juga… pertama setengah tiang lama-lama juga akibatnya penuh… keras…. ia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih
“Ini kepalanya besar sekali… gres kali ini saya lihat kaya’ gini besarnya”
“Sus… enak dimandiin gini… ” kataku memancing.
Dia membisu saja tapi yang terang ia mulai mengocok dan memainkan batangku… kaya’nya ia suka dengan ukurannya yang menakjubkan…
“Enak Mas… kalo diginikan ? ” tanyanya dengan lirikan nakal.
“Ssshh… iya terusin ya Sus… sampe keluar… ” kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga’ ketulungan… tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku… kemudian disekanya dengan tangan kanannya… kenapa kok diseka pikirku… tapi saya membisu saja… mengikuti apa yang mau ia lakukan… pokoknya jangan berhenti sampe sini aja… pusing nanti…
Dia dekatkan kepalanya… dan dijulurkan lidahnya… kepala meriamku dijilatnya perlahan… dan lidahnya mengitari kepala meriamku… sejuta rasanya… wow… enak sekali… lalu dikulumnya meriamku… saya lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya karam dalam mulutnya yang mungil… bibirnya yang tipis terayun keluar masuk ketika menghisap maju mundur.
Lama juga saya diisep suster jaga ini… sampe akibatnya saya ngga’ tahan lagi dan crooott…. crooott… nikmat sekali. Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis… sisa pada ujung meriamkupun dijilat serta dihisapnya habis…
“Sudah sekarang dilanjutkan mandinya ya… ” kata suster itu dan ia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku… badanku dibaliknya… dan dimandikan pula sisi belakang badanku.
Selesai program mandi….
“Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya temenin… ” katanya sambil membereskan barang-barangnya. terakhir sebelum keluar kamar ia sempat menciumku… pas di bibir… hangat sekali…
“Nanti malam saya kasih yang lebih andal ” begitu katanya.
Akupun berusaha untuk tidur… nikmat sekali sore ini dua kali keluar… dibantu dua cewek yang berbeda… ini mungkin ganjaran dari menolong teman… gitu hiburku dalam hati… sambil memikirkan apa yang akan kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali.
Tiba-tiba saya dibangunkan oleh suster yang tadi lagi… tapi saya belum sempat menyanyakan namanya… gres setelah ia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku… namanya Anna. Cara ia membangunkanku cukup aneh… rasanya suster di manapun tidak akan melaksanakan dengan cara ini… ia remas-remas meriamku… sambil digosoknya lembut sampe saya bangkit dari tidurku.
Langsung saya selesaikan makanku dengan susah payah… akibatnya selesai juga… lalu saya tekan bel… dan tak lama kemudian datang suster yang lain… saya minta ia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku.
Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua informasi yang ditayangkan… tanpa konsentrasi sedikitpun.
Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban… pada ketika ia melihat meriamkupun ia takjub…
“Ngga’ salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga ” demikian komentarnya.
“Kenapa Sus ? ” tanyaku ngga’ jelas.
“Oo… itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya besar sekali. ” jawabnya.
Setelah selesai dengan mengobati lukaku dan ia akan tinggalkan ruangan… sebelum membetulkan selimutku ia sempatkan mengelus kepala meriamku…
” Hmmm… gimana ya rasanya ? ” gumamnya tanya meminta jawaban.
Dan akupun hanya senyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku… soalnya saya gres kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku… minimal tertarik… dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada pasien dengan kepala meriam super besar… promosi yang menguntungkan… semoga ada yang terjerat ingin mencoba… selama saya masih dirawat di sini.
Jam 10an kira-kira saya mulai tertidur… saya mimpi cantik sekali dalam tidurku… sebab sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok. Aku mencicipi hangat sekali pada potongan selangkanganku… tepatnya pada potongan meriamku… sampe saya terbangun ternyata… suster Anna sedang menghisap meriamku… kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan saya nikmat terus hisapannya… dan saya mulai ikut aktif dengan meraba dadanya… suatu lokasi yang saya anggap paling akrab dengan jangkauanku. Aku buka kanding atasnya dua kancing… saya rogoh dadanya di balik BH putihnya… saya dapati segumpal daging hangat yang kenyal… kuselusuri… sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada putingnya… saya pilin putingnya… dan Sus Annapun mendesah… entah berapa lama saya dihisap dan saya merabai Sus Anna… sampe ia minta
“Mas… masih sakit ngga’ badannya ? ”
” Kenapa Sus ? ” tanyaku bingung. “Enggak kok… sudah lumayan enakan… ” dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya… dimasukkan dalam saku baju dinasnya. Lalu ia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku… dan bless… ia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah berair sekali… diapun mulai menggoyang perlahan… pertama dengan gerakan naik turun…lalu disusul dengan gerakan memutar… wah… suster ini rupanya sudah prof banget… lobangnya saya rasakan masih sangat sempit… makanya ia juga hanya berani gerak perlahan… mungkin juga sebab saya masih sakit… dan punya banyak luka baru. Lama sekali permainan itu dan memang ia ngga’ ganti posisi… sebab posisi yang memungkinkan hanya satu posisi… saya tidur di bawah dan ia di atasku. Sampe ketika itu belum ada tanda-tanda saya akan keluar… tapi kalo tidak salah ia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar lalu mulai menggoyang lagi… sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar… dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba…
Kaget sekali kami berdua… sebab tidak ada alasan lain… terang sekali kita sedang main… mana posisinya… mana baju dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Wiwik… ia eksklusif menghampiri dan bilang
“Teruskan saja An… saya cuman mau ikutan… mumpung sepi ”
Suster Wiwikpun mengelus dadaku… ia ciumin saya dengan lembut… saya membalasnya dengan meremas dadanya… ia membisu saja… saya buka kancingnya… terus eksklusif saya loloskan pakaian dinasnya… saya buka sekalian BHnya yang berenda… tipis dan merangsang… membal sekali tampak pada ketika BH itu lepas dari badannya… dada itu berguncang dikit… kelihatan kalo masih sangat kencang… tinggal CD minim yang digunakannya.
Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar… saya lhat saja dadanya yang terguncang jawaban gerakannya yang mulai liar… pengecap suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung lidahnya yang menjulur itu… tangan kiriku mulai merabai sekitar selangkangan suster Wiwik dari luar… berair sudah CDnya… pelan saya kuak ke samping… dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang kenikmatannya… kuelus perlahan… gres kemudian sedikit kutekan… ketemu sudah saya pada clitsnya… agak ke belakang saya rasakan makin menghangat.
Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut… kuelus dua tiga kali sebelum akibatnya saya masukkan jariku ke dalamnya. Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjukku… kemudian disusul oleh jari tengahku… saya putar jari-jariku di dalamnya… gres kukocok keluar masuk… sambil jempolku memainkan clitsnya. Dia mendesar ringan… sementara suster Anna rebahan sebab lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri… suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka itu… suster Anna makin mengerang… mengerang…. dan mengerang…. hingga pada erangan panjang yang pertanda ia akan orgasme… dan makin keras goyangan pinggulnya… sementara saya mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya… sebab dari tadi saya tidak dapat terlalu bergoyang… takut lukaku sakit.
Suster Anna mengerang…. panjang sekali menyerupai orang sedang kesakitan… tapi juga menyerupai orang kepedasan… mendesis di antara erangannya… ia sudah sampe… rupanya… dan… ia tahan dulu sementara… gres dicabutnya perlahan… sekarang giliran suster Wiwik… dilapnya dulu… meriamku dikeringkan… gres ia mulai menaikiku… batin… kurang asuh suster-suster ini saya digilirnya… dan nanti saya juga mesti masih membayar biaya rawat… gila… enak di dia… tapi….. enak juga ia saya kok… demikian pikiranku… ach… masa bodo…. POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan.
Ketika suster Wiwik telah menempati posisinya… kulihat suster Anna mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku. Suster Wiwik seakan menunggang kuda… ia goyang maju mundur… perlahan tapi penuh kepastian… makin lama makin cepat iramanya… sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah… kenyal sekali rasanya… cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna punya… yang ini ngga’ kurang dari 36… kemungkinan cup C… sebab mantap dan tanganku seakan ngga’ cukup menggenggamnya.
Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras… ia mendesis… hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya… desisan itu sungguh manja kurasakan… sementara suster Anna telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya… kemudian ia mulai lagi mengelus-elus tubuh telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambutku… mengusapnya…
Kemudian sebab sudah cukup pemanasannya… ia mulai menaiki ranjang lagi… dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepalaku… setengah berjongkok gayanya ketika itu dengan menghadap tembok di atas kepalaku… dan kedua tangannya berpegangan pada potongan kepala ranjangku. Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulutku… dengan cepat saya julurkan lidahku…. saya colek sekali dulu dan saya tarik nafas…. hhhmmmm…… harus khas liang senggama…. kujilat liangnya dengan lidahku yang memang terkenal panjang… kumainkan lidahku… mereka berdua mengerang berbarengan kadang bersahutan…
Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka mengganggu pasien lain… sebab saya mendengarnya cukup keras… saya tengok ke dinding… kosong ngga’ ada jam dinding… saya lihat keluar… kearah pintu… mataku terbelalak… terkejut… shock… benar-benar kaget aku… lamat-lamat saya perhatikan… di antara pintu saya melihat seberkas sinar mengkilap… sambil terus menggoyang suster Wiwik… meninggalkan jilatan pada suster Anna… saya konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintu… ternyata… pintupun terbuka… makin gila saya makin kaget… dan deg… jantungku tersentak sesaat… lalu lega… tapi… yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini… kaya’nya kalo marah sich ngga’ bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat episode kami bertiga… jadi maksud kedatangannya hanya dua kemungkinan… mo nonton dari akrab atau ikutan… ternyata….
“Wah… wah… wah… rajin sekali kalian bekerja… sampe malem gini masih sibuk ngurus pasien… ” demikian kata salah seorang dari mereka…
“Mari kami bantu ” demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus dan berdada super… Jelas ini jawabannya yaitu pilihan kedua.
Merekapun eksklusif melepas pakaian dinas masing-masing… satu mengambil posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang… secara hampir bersamaan mereka menciumi dada… leher… indera pendengaran dan semua kawasan rangsanganku… akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna… sementara kedua tanganku ambil potongan masing-masing… sekarang semua potongan tubuhku yang menonjol panjang telah habis digunakan untuk memuaskann 4 suster gatel…… malam ini… tidak ada sisa rupanya…. terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ?
Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang hangat suster-suster gatel tersebut… untuk menggaruknya kali… saya kocok-kocokkan keluar masuk ya lidahku… ya jariku… ya meriamku… rusak sudah konsentrasiku…
Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau mampu juga disebut Four Wheel Steering ( 4 WS )… empat-empatnya jalan semua… kaya’nya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini sebab ini kali dua saya mencoba mempraktekkannya.
Lama sekali permainannya… sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang…. kesar dan panjang serta mengejang…
Setelah suster Wiwik selesai… dan mencabut meriamku… suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69… kami saling menghisap dan permainan berlanjut… sekali saya minta rotasi… yang di kananku untuk naik… yang di atas ( suster Anna ) saya minta ke kiri dan suster yang di kiri saya minta pindah posisi kanan.
Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari semua temannya… ia eksklusif menancapkan meriamku dengan gerakan yang menakjubkan… tanpa dipegang…. diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan eksklusif dimasukkan… amblas sudah meriamku dari pandangan. Diapun eksklusif menggoyang keras… rupanya sudah ngga’ tahan…
Benar juga sekitar 5 menit ia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang…. mengerang…. panjang serta lemas. Sementara tingal dua korban yang belum selesai… saya minta sumbangan suster yang masih ada di sana untuk membantu saya balik badan… tengkurap… kemudian saya suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku…. sedangkan suster Anna saya suruh duduk di samping bantal yang digunakan suster kecil tadi. Perlahan saya mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini… sulit sekali… dan diapun membantu dengan bimbingan test…. Setelah tertancap… tapi sayangnya tidak dapat habis terbenam… rasanya mentok sekali… dengan bibir rahimnya… akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster Anna. Mereka berdua kembali mendesah…. mengerang…. mendesah dan kadang mendesis… kaya’ ular.
Aku sulit sekali bahwasanya untuk mengayun pinggulku maju mundur…. jadi yang mampu saya lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan meng-obok-obok liangnya… sedangkan dadanya yang saya bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang… kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini… ia mendesis tak keruan… sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna… sesekali saya jilatkan pada clitsnya… ia menggelinjang setiap kali lidahku menyentuh clitsnya… mendengar desisan mereka berdua saya jadi ngga’ tahan… maka dengan nekat saya keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku pada suster Anna… ia mulai mengejang… mengerang dan kemudian disusul dengan suster yang sedang kutindih…. suster Anna sudah lemas… dan beranjak turun dari posisinya….
Aku tekan lebih keras suster mungil ini…. sambil dadanya yang menggairahkan ini saya remas-remas semauku… saya sudah mencicipi hampir sampe juga… sedang suster mungil masih mengerang…. terus dan terus… kaya’nya ia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang didapatnya…. saya coba mengjar orgasmenya… dan…. dan…. berhasil juga akuhirnya… saya sodok dan benamkan meriamku sekuat-kuatnya… sampe ia melotot… saya didekapnya erat sekali… dan
“Adu…..uh enak sekali… ” demikian salah satu katanya yang dapat saya dengar.
Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan itu… lunglai sudah tubuh ini rasanya… menghabisi 4 suster sekaligus… suatu rekord yang gila… permainan Four Wheel Drive kedua dalam hidupku… pada ketika mencabutnyapun saya terpaksa diantu suster yang lain…
“Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama… soalnya ngga’ sempet istirahat” kata suster yang hitam.
“Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik.
“Kalo itu dibuat system arisan saja ” kata suster Anna sadis sekali kedengarannya. Emangnya saya meriam bergilir apa ?
Malam itu saya tidur lelaap sekali dan saya sempat minta untuk suster mungil menemaniku tidur, saya berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tidur… tapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Suster mungil ini berjulukan Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali menyerupai pengantin gres dan sama-sama polos… sampe jam 4 pagi… ia minta jatah tambahan… dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga’ keroyokan kaya’ semalem ).
Hot sekali ia pagi itu… sebab kami lebih bebas… tapi yang kacau yaitu udahannya… saya merasa sakit sebab lukaku berdarah lagi… jadi terpaksa tertangkap berair dech sama yang lain kalo ada sesi tambahan… dan merekapun rame-rame mengobati lukaku…. sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman.
Abis gitu sekitar jam 5 saya kembali tidur sampe pagi jam 7.20 saya dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulutnya… nah suster Dewi ini yang kulitnya hitaman semalam. Nama mereka sering saya dapat setelah tubuh mereka saya dapat.
Hari kedua
Pagi jam 10 saya dibesuk oleh Dian dan Mita… mereka membawakan buah jeruk dan apel… aslinya sich saya ngga demen makan buah… setengah jam kami ngobrol bertiga. sampe suatu ketika saya bilang pada Dian
“Aku mo minta tolong Ian… kepalaku pusing… soalnya saya dari semaleman ngga’ dapet keluar… dan saya ngga’ mampu self service ” demikian kataku membuka acara… dan akupun bercerita sedikit kebiasaanku pada Dian dengan bumbu tentunya.
Aku dongeng kalo biasa setiap kali mandi pagi saya suka onani kalo semalemnya ngga’ dapet cewek buat nemenin tidur… dan sorenya juga suka main lagi… Dian mampu maklum sebab saya dulu sempat samen leven dengan Nana temannya yang hyper sex selama 8 bulan lebih… ia juga tahu kehidupanku tidak pernah sepi cewek. Dengan dalih ia mo bantu saya sebab hal ini dianggap sebagai bales jasa menyelamatkan jiwa kakaknya… yang saya selamatkan dari keroyokan kemarin… sampe akibatnya saya sendiri masuk rumah sakit.
Dia minta Mita adiknya keluar dulu sebab malu, tapi Mita tau apa yang akan dilakukan Dian padaku… sebab pembicaraan tadi di depan Mita. Sekeluarnya Mita dari kamar… Dian eksklusif memasukkan tangannya dalam selimutku dan mulailah ia meremas dan mengelus meriamku yang sedang tidur… sampe bangkit dan keras sekali… setelah dikocoknya dengan segala macam cara masih belum keluar juga sedang waktu sudah menyampaikan pukul 10.45 berarti jam besuk tinggal 15 menit lagi maka saya minta Dian menghisap meriamku. Mulanya ia malu… tapi dikerjakannya juga… demi bales jasa kaya’ya… atau ia mulai suka ?
Akhirnya keluar juga spermaku dan kali ini tidak diselimut lagi tapi dalam verbal Dian dan ini pertama kali Dian meneguk spermaku… juga pertama kali sahabat kuliahku ini ngisep punyaku… kaya’nya ia juga belum mahir betul… itu tertangkap berair dari beberapa kali saya meringis kesakitan sebab kena giginya.
Spermaku ditelannya habis… sesuai permintaanku dan saya bilang kalo sperma itu steril dan baik buat kulit… benernya sich saya ngga’ tau jelas… asal ngomong aja dan ia percaya… setelah menelan spermaku ia ambil air di gelas dan meminumnya… belum biasa kali. Aku tengok ke jendela luar ketika Dian ambil minum tadi… ternyata saya melihat jendela depan yang menghadap taman tidak tertutup rapat dan saya sempat lihat kalo Mita tadi ngintip kakaknya ngisep aku…
Jam 11.05 mereka berdua pamit pulang… selanjutnya saya aku makan siang dan tidur sampe bangkit sekitar jam 3 siang. Dan saya minta suster jaga untuk memindahkanku ke bangku roda… sebelum dipindahkan saya diobati dulu dan diberi pakeaian menyerupai rok panjang kanal agak gombor. dengan kancing berbagai di belakangnya.
Pada ketika mengenakan pakaian tersebut dikerjakan oleh dua suster shift pagi… suster Atty dan suster Fatima, pada ketika mereka berdua sempat melihat meriamku… mereka saling berpandangan dan tersenyum terus melirik bandel padaku… saya hambar saja… pada ketika saya mo dipindahkan ke kurasi roda saya diminta untuk memeluk suster Fatima… orangnya masih muda sekitar 23 tahunan kira-kira… rambutnya pendek… tubuhnya sekitar 159 Cm… dadanya sekitar 34 B… pada ketika memeluk saya sedikit kencangkan sambil akal-akalan ngga’ berpengaruh berdiri… saya dekap ia dari pinggang ke bahu ( menyerupai merengkuh ) dengan demikian saya telah menguncinya sehingga ia tidak dapat mengambil jarak lagi dan dadanya pas sekali dipundakku… greeng… meriamku setengah bangkit dapat sentuhan tersebut.
“Agak tegak berdirinya Mas… berat soalnya tubuh Masnya ” kata suster Fatima.
Akupun mengikut perintahnya dengan memindahkan tangan kananku seakan merangkulnya dengan demikian saya makin mendekatkan wajahnya ke leherku dan saya dorong sekalian kepalaku sehingga ia secara ngga’ sadar bibirnya kena di leherku… sementara suster Atty membetulkan letak bangku roda… saya lihat pinggulnya dari berlakang… wah… bagus juga ya…
Suster Fatima bantu saya duduk di bangku roda dan suster Atty pegang bangku roda dari belakang…pada ketika mo duduk pas mukaku akrab sekali dengan dada suster Fatima… saya sempetin aja desak dan gigit dengan bibir berlapis gigi ke dada tersebut… sebab beberapa terhenti saya dapat mencicipi gigitan itu sekitar 2 detikan dech… ia membisu saja… dan ketika saya sudah duduk…. dan suster Atty keluar kamar…
“Awas ya… bandel sekali ” kata suster Fatima sambil mendelik. Aku tau ia ngga’ marah cuman akal-akalan marah aja
“Satunya belum Sus,” kataku menggoda…
“Enak aja… geli tau ?” jawabnya sewot.
“Nanti saya cubit gres tau ” lanjutnya sambil eksklusif mencubit meriamku… dan terus ia ngeloyor keluar kamar dengan muka merah… sebab meriamku ketika itu sudah full standing sebab abis nge-gigit toket… jadi terangsang… “Sus… tolong donk saya di dorong keluar kamar” kataku sebelum sempat suster Fatima keluar jauh. Diapun kembali dan mendorongku ke teras kamar… menghadap taman. Aku terdiam di teras… sambil menghisap rokokku… di pangkuanku ada novel tapi rasanya males mo baca novel itu… jadinya saya terdiam saja sore itu di teras sambil ngelamun saya mikirin rencana lain untuk malam ini… mo pake gaya apa ya ?
Tiba-tiba saya dikejutkan dengan telapak tangan yang menutup mataku… “Siapa ini ? Kok tangannya halus… dingin dan kecil… Siapa ni ? ” kataku… Terus dilepasnya tangan tersebut dan ia ke arah depanku… gres kutau ia Mita adik Dian. Kok sendirian ?
“Mana Mita ?” tanyaku…
“Lagi ketempat dosennya mo ngurus skripsi” jawab Mita.
“Jadi ngga’ kesini donk ? ” tanyaku penasaran.
“Ya ngga’ lah… ini saya bawain bubur buatan Mama” katanya sambil mendorongku masuk kamar… ia letakkan bubur itu di atas meja kecil samping ranjang.
Terus kami ngobrol… sekitar 10 menit sampe saya bilang “Mit… ach ngga’ jadi dech… ” kataku resah gimana mo mulainya… maksudku mo jailin ia untuk ngeluarin saya menyerupai yang dilakukan kakaknya tadi pagi… bukankah ia juga udah ngintip… kali aja ia pengen kaya’ kakaknya… mumpung lagi cuman berduaan…
“Kenapa Kak ?” saya tak menjawab hanya mengernyitkan dahi saja…
“Pusing ya ?” tanyanya lagi.
“Iya ni… penyakit biasa” kataku makin berani… kali bisa…
” Kak… gimana ya ? Tadi khan udah ? ” katanya mulai ngerti maksudku… tapi kaya’nya ia resah dan malu… merah wajahnya tampak sekali.
“Mit… sorry ya… kalo kau ngga’ keberatan tolongin Kakak donk… ntar malem Kakak ngga’ mampu tidur… kalo… ” kataku mengarah dan sengaja tidak menyelesaikan kata-kataku supaya terkesan gimana gitu….
“Iya Mita tau Kak… dan kasihan sekali… tapi gimana Mita ngga’ bisa… Mita aib Kak… ”
“Ya udah kalo kau keberatan… saya ngga’ mo maksa… lagian kau masih kecil…”
“Kak… Mita ciumin aja ya… supaya Kakak terhibur… jangan susah Kak… kalo Mita sudah besar dan sudah mampu juga mau kok bantuin Kak Jossy kaya tadi pagi ” kata ia sambil mencium pipiku.
“Iya dech… sini Kak cium kau ” kataku dan diapun pindah kehadapanku.
Dia membungkuk sehingga ada kelihatan dadanya yang membusung… aduh…. gila… perjuangan harus jalan terus ni… gimana caranya masa bodo… harus dapet… saya udah pusing berat.
Dan Mitapun memelukku sambil membungkuk… saya cium pipinya, dagunya… belakang telinganya kadang saya gigit lembut telinganya… pokoknya semua kawasan rangsangan… saya coba merangsangnya… ciuman kami lama juga sampe nafasnya terasa sekali di telingaku.
Tangaku mencoba meremas dadanya… diapun mundur… mo menghidar…
“Mit… gini dech… saya sentuh kau saja… ngga’ ngapain kok… supaya saya lebih damai nanti malem ”
“Maaf Kak… tadi Mita kaget… Mita ngerti kok… Kak Joss gini juga gara-gara Mas Anton ” jawabnya penuh pengertian… atau ia udah kepancing ?
Diapun kembali… mendekat dan kuraih dadanya… saya remas…dan ia kembali menciumku… dari tadi tidak ada ciuman bibir hanya pipi dan telinga… saling berbalasan… sampe remasanku makin liar dan mencoba menyusup pada bajunya… melalui celah kancing atasnya.
Tangan Mita mulai turun dari dadaku ke meriamku… dan meremasnya dari luar…
“Aduh… enak sekali Mit… terusin ya… sampe keluar… semoga saya ngga’ pusing nanti ” kataku nafsu menyambut kemajuannya.
Lama remasan kami berlangsung… sampe akibatnya Mita melorot dan berjongkok di depanku dan menyingkap pakaianku… ia mulai mo mencium meriamku… dengan mata redup penuh nafsu ia mulai mencium sayang pada meriamku.
” Masukin saja Mit… ” kataku.
Mitapun memasukkan meriamku dalam verbal mungilnya… sulit sekali tampaknya… dan penuh sekali kelihatan dari luar… ia mulai menghisap dan saya bilang jangan sampe kena gigi…
Tak perlu saya ceritakan proses isep-isepan itu… yang pasti ketika saya ngga’ tahan lagi… saya tekan palanya supaya tetap nancep… dan saya keluarkan dalam verbal mungil Mita… terbelalak mata Mita kena semprot spermaku.
” Telen aja Mit… ngga’ papa kok ” kataku…
Diapun menelan spermaku… lalu dicabutnya dari verbal mungil itu… sisa spermaku yang meleleh di meriamku dan bibir mungilnya dilap pake tissue… dan ia lari ke kamar mandi…. sedang saya merapikan kembali pakaianku yang tersibak tadi.
Ada orang datang… kelihatan dari balik beling jendela… ” Sorry Joss… saya gres mampu dateng sekarang… ngga’ dapet pesawat soalnya ” kata Bang Johnny yang datang bersama dengan kak Wenda dan Winny…
“Iya ini juga eksklusif dari airport ” kata Kak Wenda.
“Kamu kenapa si… ceritanya gimana kok mampu sampe kaya’ gini ?” tanya Winny…
“Lha kalian tau saya di sini dari mana ?” tanyaku bingung.
“Tadi malem kami telpon ke rumah ngga’ ada yang jawab sampe tadi pagi kami telpon terus masih kosong” kata Kak Wenda.
“Aku telpon ke rumahnya Donna yang di Kertajaya kau ngga’ di sana… saya telpon rumahnya yang di Grand Family juga kau ngga’ ada, malah ketemu sammy di sana” kata Winny.
“Sammy bilang mo bantu cari kamu… terus siang tadi Donna telpon katanya ia abis nelpon Dian dan katanya kau dirawat di sini dan ia dongeng panjang sampe kau masuk rumah sakit ” kata Winny lagi.
Mereka tuh semua dari Jakarta sebab ada saudara Kak Wenda yang menikah… dan rencananya pulangnya kemarin sore… pantes Kak Wenda telpon saya kemarin mungkin mo bilangin kalo pulangnya ditunda. Malah dapet informasi kaya’ gini.
Mita keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarku itu kaget juga tau banyak orang ada di sana dan ia kaya’nya kikuk juga…
Setelah saya perkenalkan kalo ini Mita adiknya Dian dan kemudian Mita pamit mo jenguk kakaknya diruang lain.
Kamipun ngobrol seperginya Mita dari hadapan kami. Winny memandangku dengan sedih… mungkin kasihan tapi juga mampu ia cemburu sama Mita… ngapain ada dalam kamar mandi dan sebelumnya cuman berduaan aja sama saya di sini.
Selanjutnya tidak ada dongeng menarik untuk diceritakan pada kalian semua… yang pasti mereka ngobrol sampe jam 5.20 sebab minta perpanjangan waktu dan jam 5 tadi Mita datang lagi cuman pamit eksklusif pulang. Malamnya menyerupai biasa… kejadiannya sama menyerupai hari pertama… mandi sore diisep lagi… kali ini sustenya lain… ia suster Fatima yang sempet saya gigit toketnya tadi siang. Dan malemnya saya main lagi… dan tidur dengan suster Wiwik… suster Anna off hari itu… jadi waktu main cuman suster Wiwik, suster Ratih dan suster Dewi…

Cerita Sex Dewasa | Nikmatnya Bersama Tante Lisa

Cerita Sex Dewasa | Nikmatnya Bersama Tante Lisa – Namaku Wawan, saya ialah seorang mahasiswa PTS terkenal di Yogyakarta berusia 22 tahun dan saya kost di sebuah rumah milik seorang janda pengusaha toko, sebut saja Tante Lisa. Usianya masih 40 tahun. Suaminya meninggal alasannya ialah komplikasi, dan dengar-dengar dari tetangga Tante Lisa itu dulunya hostess di Surabaya.

Tante Lisa sangat indah dan menjaga tubuhnya sehingga beliau tampak menyerupai berumur 30 tahun. Dia juga berpenampilan seksi, suka memakai celana kaos ketat dan tank-top.

Ceritanya berawal ketika suatu hari saya sedang onani di kamar mandi dan ternyata lupa dikunci. Ternyata Tante Lisa menontonnya dan setelah saya orgasme, saya kaget melihatnya.

“Wan, kelihatannya asyik ya… mendingan lain kali minta derma Tante pasti lebih enak.”

Aku jadi aib berat dibuatnya, “Maaf Tante, saya lupa menutup pintunya.”
“Nggak apa kok Wan, kan kau sudah sampaumur dan wajar melakukannya. Tante juga sudah sering lihat yang begituan kok”, katanya sambil senyum.

Beberapa hari kemudian saya disuruh bantu-bantu di tokonya dan tanpa segan-segan saya membantunya hingga malam Tante Lisa memintaku untuk menemaninya dan saya disuruh menginap di situ, memang di tokonya ada dua kamar di lantai dua (ruko) dan kamar tersebut kadang ditempati Tante Lisa bersama anaknya. Tante Lisa mengajakku makan bersama dan minum wine dan saya tidak mengerti kok saya mampu hingga tidak sadar, mungkin dicampur obat tidur.

Paginya Tante Lisa membangunkanku bahkan harus hingga disiram, saya disuruh cepat-cepat pulang kost dan merahasiakan kalau saya tidur di ruko. Aku menurutinya dan malamnya setelah toko tutup Tante Lisa mengajakku berafiliasi intim.

“Wan, Tante minta malam ini kau puasin Tante ya.”
Karuan saja kutolak alasannya ialah saya memang belum pernah gituan dan takut meskipun saya sering nonton BF.

“Maaf Tante saya nggak berani”, kataku sambil gugup. Tante Lisa mengancam dan Tante Lisa memutar videoku sedang tidur bugil. Tante Lisa bilang tadi malam ketika tidur menelanjangiku dan merekamnya dengan Handycam.
“Tante akan membuatkan rekaman ini jikalau kau nggak mau melayani Tante kecuali kau mau melaksanakan yang Tante minta. Percaya Tante deh, toh Tante juga menjaga nama baik Tante jadi ini akan jadi diam-diam kita berdua.”

Akhirnya alasannya ialah takut dan polos saya melayaninya. Dari situ saya tahu ternyata Tante Lisa maniak seks, Tante Lisa pertama minta mandi Caty (dijilati tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung rambut) dan Tante Lisa minta saya menjilatinya liang kewanitaannya hingga berjam-jam setiap saya berhenti Tante Lisa menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke liang sorganya.

Pengalaman pertamaku menyentuh wanita apalagi menjilati seluruh bab tubuhnya, dalam keterpaksaan itu saya hingga menangis.
“Sudah Tante… sudah”, sambil nafasku tersengal-sengal.
“Aghhh.. jangan lepas. Teruss.. terusss!”

Tante Lisa terus menjepit kepalaku dengan kedua pahanya yang kencang. Aku dapat mencicipi harumnya kemaluan Tante Lisa. Aku sendiri merasa nikmat sekaligus takut. Dia menyuruhku tidur di sofa dan Tante Lisa menduduki wajahku sehingga saya dipaksa menjilati kelamin dan anusnya.

“Aghh.. enak sekali Wan”, katanya sambil memutar-mutar pantatnya di atas wajahku yang sudah lembap alasannya ialah cairan kewanitaannya. Pantatnya yang hangat dan kencang itu menindih wajahku sehingga saya hingga susah bernafas. Jika Tante Lisa tidak merasa puas atas pelayananku ia suka sekali menampar, mencakar, menjambak, meludahi.

Setelah itu Tante Lisa mengambil posisi 69 dan kami saling mengoral. “Ayo Wan, kau mampu lebih panjang lagi”, katanya sambil menarik-narik kemaluanku dan memelintir pelirku. Aku yang kesakitan tapi mencicipi sensasi yang luar biasa. Dalam mengoral, Tante Lisa menyerupai singa yang tidak diberi makan 3 hari.

Sangat buas dan Tante Lisa mempermainkannya dengan sangat cekatan terampil, kadang menarik terus memutar kadang mengocoknya dengan cepat terus perlahan.

Bahkan pernah Tante Lisa mengencingi wajahku sambil membuka mulutku.. lalu saya disuruh menjilat air kencingnya yang tercecer di lantai. Entah kenapa lama-lama saya malah menyukai mungkin saya termasuk sado masochocist.

Suatu hari entah dari mana Tante Lisa membawa alat-alat untuk seks sado masochist, ada bola penyumpal verbal terus menyerupai kuas penggelitik, cemeti dari kulit, pengikat leher menyerupai anjing, CD kulit yang berlobang di bab depannya dan pakaian menyerupai pasukan Romawi dulu.

Dia menelanjangi dan mengikatku sambil merangkak Tante Lisa berteriak-teriak memecutiku dan menendang pantatku persis menyerupai anjing, beliau sebar makanan di lantai dan menyuruhku memungut dengan verbal bahkan menjilati ludah dan kencingnya di lantai.

Di bab batang kemaluanku beliau mengikatkan sebuah karet gelang yang ada kerincingnya sehinga setiap kali merangkak berbunyi nyaring. “Ayo… ayo kalau kau mau jadi anjing Tante yang setia harus nurut yang Tante perintahkan!” Tante Lisa kadang memperlakukanku menyerupai kuda, dengan mengikat leherku dan menunggangi punggungku sambil memecut pantatku.

Sering juga Tante Lisa memasukkan sebagian pisang susu ke liang kewanitaannya dan menyuruhku mengambil dan memakannya dengan mulut. Untuk menyumpal mulutku semoga saya tidak mengerang keras biasanya Tante Lisa memakai CD-nya atau Carefree Panty Shield.

Aku tidak pernah punya kesempatan menggunakan batang kemaluanku, paling Tante Lisa suka sekali mengocoknya bahkan Tante Lisa pernah mengocokku hingga orgasme 4 kali dalam satu malam. Sampai batang kemaluanku lecet dan perih dan tangan Tante Lisa juga hingga pegal-pegal.

Tante Lisa sangat merawat batang kemaluanku, buktinya setiap habis main selalu beliau merendam dengan air hangat dan kadang dengan teh bau katanya semoga batang kemaluanku selalu besar lengan berkuasa dan siap kapan saja.

“Masak cuman mampu dua kali… nih rasakan!” katanya sambil menyentil ujung kemaluanku.
“Aduh.. ampun Tante…” pintaku memelas.

Itulah yang sering terjadi jikalau Tante Lisa memaksaku orgasme berkali-kali. Dalam mengocok Tante Lisa juga kadang pakai sarung tangan, pakai foam/shampoo, odol, pakai supit untuk mie dll, biasanya Tante Lisa mengocokku sambil minta dioral seks atau menjilati puting dan ketiaknya. Yang paling mengerikan, pernah Tante Lisa memintaku memakan kotorannya (berak red) dan saya tolak alasannya ialah selain jijik juga takut sakit, untungnya Tante Lisa mau ngerti.

Sampai sekarang sudah hampir 2 tahun dan saya makin suka meski kadang saya sempat sakit. Aku hanya mencicipi kepuasan dan mengabaikan rasa sakit dan suatu ketika saya berangan-angan dapat bermain seks menyerupai itu dengan lebih dari 1 orang saja


Cerita Sex Dewasa | Adek ku yang Perkasa

Cerita Sex Dewasa | Adek ku yang Perkasa – Namaku Mona, umurku 24 tahun, saya sudah menikah dan mempunyai satu anak lelaki.. Berikut ini saya ingin menyebarkan pengalaman perihal hubunganku dengan adik kandungku sendiri.
Kejadian ini terjadi dua tahun yang lalu ketika saya berusia 22 tahun dan adikku berusia 18 tahun.

Kami ialah 3 bersaudara, kakakku Diana telah menikah dan ikut suaminya, sedangkan saya dan adikku tinggal bersama orang bau tanah kami. Aku sendiri berperawakan sedang, tinggiku 160cm berat tubuh 52kg, orang bilang saya montok, terutama pada bab pinggul/pantat. Payudaraku termasuk rata2 34 saja. Kulitku yang putih selalu menjadi perhatian orang2 bila sedang berjalan keluar rumah.

Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, ia ialah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya melaksanakan petting, sailng raba, saling cium dan saling hisap…..

Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jikalau ketika petting, tapi saya sendiri tidak ingin hal itu terjadi sebelum kami menikah, jadi saya mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya saya agak jijik melakukannya.

Keseringan petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali… entah kenapa saya jadi ketagihan… Sampai risikonya kau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri. Sering saya meraba-raba payudaraku sendiri dan mengusap-usap memeku sendiri hingga saya orgasme.

Inilah kesalahan ku, saya tidak menyadari kalau selama ini adikku John sering mengintip aku… ini saya ketahui setelah ia mengakuinya ketika berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.

Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku John pergi ke supermarket 500m akrab rumah. Karena belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu saya memakai celana panjang ketat setengah lutut, dan alasannya ialah kami hanya naik satu becak, saya memutuskan untuk di pangku adikku, sedangkan mamaku memangku belanjaan. Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika saya duduk di pangkuan adikku, saya mencicipi sesuatu bergerak-gerak dipantatku, saya sadar bahwa itu kontol adikku, keras sekali dan berada di potongan pantatku. Aku membiarkannya, alasannya ialah memang tidak ada yang bisa kulakukan. Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena saya juga sangat rindu belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, membisu diam saya menikmatinya.

Sejak kejadian itu, saya sering melihat ia memperhatikan tubuhku, agak risi saya diperhatikan adikku sendiri, tapi saya berusaha bersikap biasa.

Suatu hari, saya dan pacarku melaksanakan petting di kamarku… Aku sangat terangsang sekali… ia meraba dan membelai-belai tubuhku. Sampai risikonya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku untuk mengijinkannya memasukkan kontolnya ke memekku. Tentu saja saya keberatan, walaupun saya sangat terangsang tapi saya berusaha untuk mempertahankan keperawananku. Dalam ketelajanganku saya memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dan anehnya saya malah berteriak minta tolong. Hal ini di dengar oleh adikku John, ia pribadi menerobos kamarku dan mengusirnya, ketika itu juga pacarku ketakutan, alasannya ialah memang tubuh adikku jauh lebih besar. Aku lansung menutupi tubuhku yang telanjang dan saya yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku sendiri pribadi memakai pakaiannya dan pamit pulang.

Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan teman-teman ku, pacarku katanya mempunyai sobat cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja saya sedih mendengarnya, tapi saya juga merasa beruntung tidak ternodai olehnya.

Suatu malam saya berbincang-bincang dengan adikku, saya berterima kasih padanya alasannya ialah ia telah menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, saya ngga bisa menyalahkan pacarku alasannya ialah memang bodyku sexy sekali dan setiap laki-laki pasti ingin mencicipi tubuhku. Ketika kutanya, jikalau setiap lelaki, apakah adikku juga ingin mencicipi tubuhku juga… ia menjawab:

“Kalau kakak bukan kakakku, ya saya juga pengen, saya kan juga lelaki” saya sangat kaget mendengar jawabannya tapi saya berusaha itu ialah pernyataan biasa, saya pribadi aja tembak, “emang adik pernah nyobain cewe?” ia bilang “ya, belum kak”…. itulah percakapan awal bencana itu.

Malam harinya saya membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya… lalu saya mulai meraba-raba tubuhku sendiri… tapi saya tetap tidak bisa mencapai apa yang saya inginkan… sekilas saya membayangkan adikku… lalu saya memutuskan untuk mengintip ke kamarnya… Malam itu saya mengendap-endap dan perlahan-lahan nak keatas dingklik dan dari lubang angin saya mengintip adikku sendiri, saya sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegan alat vitalnya sendiri, ia melaksanakan onani, saya terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku, gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku… Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya ia meneriakkan namaku… Saat itu perasaanku bercampur baur antar nafsu dan marah… saya pribadi balik kekamarku dan membayangkan apa yang gres saja saya saksikan.

Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka saya memutuskan untuk mendatangi pacarku. Pagi itu saya pribadi kerumah pacarku dan kulihat ia sangat senang saya dating… ditariknya saya ke kamarnya dan kami pribadi bercumbu… saling cium saling hisap dan perlahan-lahan baju kami lepas satu demi satu hingga risikonya kami telanjang bulat. Gilanya begitu saya melihat kontolnya, saya terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya… sepert biasa ia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa saya melakukannya, ia merintih-rintih keenakkan dan mungkin alasannya ialah hampir orgasme ia menarik kepalaku.
“Jangan diterusin, saya bisa keluar katanya” lalu ia mula menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencari-cari lubang memekku… begitu unjung kontolnya nempel dan gres setengah kepalanya masuk, saya kaget alasannya ialah ia sudah pribadi orgasme, air maninya belepotan diatas memekku…
“Ohhhhh…” katanya.

Dia memelukku dan minta maaf alasannya ialah gagal melaksanakan penetrasi ke memekku. Tentu saja saya sangat kecewa, alasannya ialah libidoku masih sangat tinggi.
“Puaskan saya dong… saya kan belum…” rengekku tanpa malu-malu. Tapi jawabannya sangat menyakitkanku…
“Maaf, saya harus buru-buru ada akad dengan sisca” katanya tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun. Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buru-buru berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari rumahnya.

Diperjalanan pulang saya sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama diperjalanan aneka macam lelaki yang mengodaku dar tukang becak, kuli bangunan hingga setiap orang di bis.

Begitu hingga rumah saya memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, ia mengajakku untuk ikut dan saya pribadi menyanguppinya alasannya ialah memang saya juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.

Di daerah sport club, kam berolah raga dari senam hingga berenang dan puncaknya kami mandi sauna. Karena sport club tersebut sangat sepi, maka saya minta adikku satu kamar denganku ketika sauna. Saat didalam adikku bilang “kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga keluar, percuma sauna”

“Abis pake apa” timpalku, “aku ngga punya baju lagi”

“Pake celana dalem sam BH aja kak, supaya pori-porinya kebuka” katanya

Pikirku, bener juga apa katanya, saya pribadi keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana dalam, sialnya saya memakai celana dalam G-string putih sehabis dari rumah pacarku tadi… Tapi “ah, hambar aja.. toh adikku pernah liat saya telanjang juga”.

Begitu saya masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani… kulihat ia berkali-kali menelan ludah, saya akal-akalan hirau dan pribadi duduk dan menikmati panasnya sauna. Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana dalamku… adikku terus memandang tubuhku dan ketka kulihat kontolnya, saya sangat kaget, dan mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak ialah kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.

Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selau melirik ke bab itu, dan nafasku semakin memburu dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku, saya kecewa dan ingin pelampiasan.

Dalam kediaman itu saya tidak bisa untuk bertahan lagi dan saya memulainya dengan berkata:

“Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu”

“Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol” katanya

“Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik” kataku lebih berani

“Iya yah…” katanya sambil berdiri dan membuka celananya…

Aku sangat berdebar-debar dan berkali-kali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang begitu besar.

Tiba-tiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya.

“Kenapa dimatiin” kataku

“Udah cukup panas kak” katanya

Memang ketika juga saya merasa sudah cukup panas, dan ia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masing-masing. Tiba-tiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi melihat kontol adikku.

Akal warasku datang dan saya pribadi berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku “nanti kak”.

“Kan udah saunanya ” timpalku, saya sangat kaget ia berada sempurna di depanku dengan kontol mengacung ke arahku, antara takut dan ingin.

“Kakak udah pernah gituan belum kak” kata adikku

“Belum” kataku, “emang kau udah..?” lanjutku

“Belum juga kak, tapi pengen nyoba” katanya

“Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya” kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku jatuh, ketika saya memungutnya, otomatis saya menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel di kontolnya.

Gilanya saya malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup G-string.

“Oh kak…. montok sekali, saya pengen nyobain kak” katanya dengan nafas memburu.

“Aw… dik ngapain kamu” timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, alasannya ialah memang saya juga menginginkannya.

“Pengen ngentot kakak” katanya berangasan sambil menekan batangnya kepantatku.

Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, “Aku kan kakakm John, inget dong”

Adikku tetap memegang pinggulku “tolong kak.. asal nempel aja.. nga usah dimasukkin, saya ngga tahan banget”

“Tolong kak,” katanya memelas. Aku di suruh nagpain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek kakak”.

Pikiranku buntu, saya juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku menunggangi sisca, libidoku tambah naik..
“Persetan dengan pacar brengsek” batinku.

“Jangan disini” pintaku.

“Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit” katanya meremas pinggulku.

“Kakak belum siap” kataku.

“Kakak nungging aja, nanti saya panasin” katanya.

Bagai terhipnotis saya menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, saya menungginginya dan dengam pelan-pelan ia membuka G-stringku dan melemparkannya. Dan ia jongkok di belakangku dan gilanya ia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang…

“Oh… ngapain kau dik…” kataku tanpa melarangnya.

Dia terus menjulurkan pengecap dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh… gila pikirku… enak banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku

“Gila kau dik, enak banget, mencar ilmu dimana” rintihku… Tanpa menjawab ia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku hingga risikonya lama-lama memekku lembap sekali dan bab dalam memekku gatal sekali…

Tiba-tiba ia berdiri dan memegang pinggulku..
“Udah panas kak” katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukul-mukul kepala kontolnya kepantatku….

“udah….” kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku…

“Jangan bilang siapa-siapa yah dik” kataku.

Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar… ia kesulitan…

“Mana lubangnya kak..” katanya.

Tanpa sadar saya menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke verbal goaku…

“Ini dik” kataku begitu sempurna di depannya, “gesek-gesek aja yah dik”.

“Masukin dikit aja kak” katanya menekan kontolnya.

“aw… dik, gede banget sih” kataku, “pelan-pelan….”.

Begitu kepala kontolnya membuka terusan ke memekku, adikku pelan-pelan menekannya.. dan mengeluarkannya lagi sedikit sedikit… tapi tidak hingga lepas… terus ia lakukan hingga membuat saya gemas….

“Oh.. dik…. enak…. dik…. udah yah…” kataku pura-pura…..

“Belum kak…. gres kepalanya udah enak yah….”

“Memang bisa lebih enak…???” kataku menantang.

Dan…. pribadi menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku”

Aku mencicipi perih luar biasa dan “aw…. sakit dik…” teriakku.

Adikku menahan batangnya didalam memekku ….
“Oh…kak…nikmat banget…..” dan secara perlahan ia menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku mencicipi nikmat yang teramat sangat, begitu juga adikku…

“Oh, kak… nikmat banget memekmu..” katanya.

“Ssssshhhh… ia dik… enak banget” kataku.

Lima belas menit ia mengenjotku, hingga risikonya saya mencicipi orgasme yang sangat panjang dan nikmat disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku supaya penetrasinya maksimum.

“Oh.. kak.. saya keluar.. nikmat banget…” katanya

Sejenak ia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku…

“Ma kasih kak” katanya tanpa dosa dan memakaikan celanaku lagi. Aku galau bercampur menyesal dan ingin menangis. Akulangsung keluar dan membersihkan diri sambil menyesali diri.. “kenapa adikku????”

Dalam perjalanan pulang adikku berulang-ulang minta maaf atas perbuatannya di ruangan sauna… Aku hanya bisa berdiam merenungi diriku yang sudah tidak perawan lagi…

Kejadian itu ialah awal petualangan saya dan adikku, Karena dua hari setelah itu kembali kami besetubuh, bahkan lebih gila lagi.. kami bisa melakukannya sehari 3 hingga 5 kali sehari semalam.

Satahun sudah saya di tunggangi adikku sendiri hingga ada seorang kaya, kenalan bapakku melamarku, dan kami menikah. Untungnya suamiku tidak mempermasalahkan keperawananku.

Akhirnya saya di karunia seorang anak dari suamiku, bukan dari adikku.. alasannya ialah saya selalu menjaga jangan hingga hamil bila bersetubuh dengan adikku.

Sampai sekarang saya tidak bisa menghentikan perbuatanku dengan adikku, yang pertama adikku selalu meminta jatah, dilain pihak saya juga sangat ketagihan permainan sex nya.

Cerita Sex Dewasa | Penjaga kos yang sexy

Cerita Sex Dewasa | Penjaga kos yang sexy – Aku yaitu seorang pria lajang 20 th dengan tinggi 175 cm berat 70 kg yang sedang kuliah di salah satu PTN di daerahku. Aku tinggal disebuah rumah bedeng 5 pintu dan saya berada pada pintu yang pertama. Kalau dibandingkan dengan teman-temanku, saya termasuk anak yang pemalu alias kuper (kurang pergaulan).

Hal ini membuatku lebih betah berada di kosanku, oh ya di bedeng tersebut saya nge-kost, dari pada harus keluar rumah tanpa tujuan. Sesekali saya juga sering menonton film BF untuk memuaskan hasrat birahiku dan selalu berakhir dengan beronani.

Cukup sudah pengantarnya ok. Sekarang lanjut ke pengalaman pertamaku yang berawal dari tempat kost dimana saya tinggal. Disebelah (pintu no2) tinggal seorang wanita muda sekitar 25 tahun berjulukan Desi tinggi 160 berat 50 kg yang bersuamikan seorang supir taxi tetapi sudah 7 tahun belum dikarunia seorang anak. Pintu no3 ditempati oleh seorang wanita 35 tahun tinggi 165 berat 60 kg yang sudah memiliki 2 orang anak 7 dan 5 tahun yang semuanya perempuan, ia berjulukan Ita. Nah, dari sinilah semuanya berawal.

Seperti biasa pada pagi hari semua penghuni bedeng sibuk dibelakang (mandi, mencuci). Perlu diketahui bahwa kondisi di rumah ini memiliki 5 kamar mandi terpisah dari rumah dan 2 buah sumur (air harus diangkat ke kamar mandi, maklum yang punya rumah belum punya Sanyo). Aku yang sudah terbiasa mandi paling pagi sedang duduk kalem sambil nonton TV. Lagi asik nonton terdengar olehku gemercik air ibarat orang sedang mandi.

Mulanya sih biasa saja, tapi lama kelamaan penasaran juga saya dibuatnya. Aku mencoba melihat dari balik celah pintu belakang rumahku, dan aduh!! betapa kagetnya saya ketika melihat Mbak Desi yang sedang mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Aku tidak tahu mengapa ia begitu berani untuk membuka tubuhnya pada tempat terbuka ibarat itu. Mbak desi yang sedikit kurus ternyata memiliki payudara sekitar 32b dan sangat seksi sekali. Dengan bentuknya yang kecil beserta puting warna merah jambu untuk orang yang sudah menikah bentuknya masih sangat kencang.

Aku terus mengamati dari balik celah pintu, tanpa kusadari batang kejantananku sudah mulai berdiri. Sudah tak tahan dengan pemandangan tersebut saya pribadi melaksanakan onani sambil membayangkan bercinta dengan Mbak desi ditempat terbuka tersebut. Semenjak hal itu, saya jadi ketagihan untuk selalu mengintip kalau ada kesempatan. Keesokan harinya, saya masih sangat terbayang-bayang akan bentuk badan Mbak desi. Hari itu yaitu hari minggu, dan saya sedikit kesiangan.

Ketika saya keluar untuk mandi, saya melihat Mbak Ita sedang mencuci pakaian. Dengan posisinya yang menjongkok terlihat terang olehku serpihan payudaranya yang terlihat sudah agak kendor tapi berukuran 34 b. Setiap kali saya memperhatikan pantatnya, entah mengapa saya pribadi bernafsu dibuatnya (mungkin pengaruh film BF dengan doggy style yang kebetulan favoritku). Kembali batang kemaluanku tegang dan ibarat biasa saya melaksanakan onani di kamar mandi.

Dua hari kemudian terjadi keributan di tetanggaku, yaitu Mbak ita yang sedang bertengkar ahli dengan suaminya (seorang agen). Ia menangis dan kulihat suaminya pribadi pergi entah kemana. Aku yang kebetulan berada disitu tidak bisa berbuat apa-apa. Yang ada dipikiranku yaitu apa sebetulnya yang sedang terjadi. Keesokan harinya Mbak Ita pergi dengan kedua anaknya yang katanya kerumah nenek, dan kembali sorenya.

Sore itu saya gres akan mandi, begitu juga dengan Mbak ita. Setelah selesai saya pribadi buru-buru keluar dari kamar mandi alasannya kedinginan. Diluar dugaanku ternyata saya menabrak sesuatu yang ternyata yaitu Mbak ita. Keadaan waktu itu sangat gelap (mati lampu) sehingga kami saling bertubrukan. Menerima tubrukan itu, Mbak ita hampir jatuh dibuatnya. Secara reflek saya pribadi menangkap tubuhnya. AduH! Tenyata saya tanpa sengaja telah menyentuh payudaranya. ” Maaf.. Aduh maaf mbak, nggak sengaja” ucapku. ” Nggak, nggak pa pa kok, wong saya yang nggak liat” balasnya.

Sejenak kami melamun dikeheningan yang pada ketika itu sama-sama merasakan dinginnya angin malam. Tanpa dikomando, badan kami kembali saling berdekatan setelah tadi sempat aib alasannya kecerobohan kami berdua. Aku sangat degdegan dibuatnya dan tidak tahu harus berbuat apa pada posisi ibarat ini. Sepertinya Mbak ita mengetahui bahwa saya belum pengalaman sama sekali. Ia kemudian mengambil inisiatif dan pribadi memegang kemaluanku yang berada dibalik handuk.

Est ..est.. auw ..aku mengerang keenakan. Belum selesai saya merasakan belaian tangannya, tiba-tiba ujung kemaluanku terasa disentuh oleh benda lembut dan hangat. Mbak ita sudah berada dibawahku denagn posisi jongkok sambil mengulum kemaluanku. Aduuhh .. nikmatt.. terus .. Akh ..est .. Sekarang saya sudah telanjang bundar dibuatnya.

10 menit sudah kemaluanku dikulum oleh Mbak ita. Aku yang tadi pemalu sekarang mulai mengambil tindakan. Mbak ita kusuruh bangkit dihadapanku dan pribadi kulumat bibinya dengan lembut. Est .. Ah ..uh ouw .. Ia mendesah ketika bibir kami saling berpagutan satu sama lain. Ciumanku sekarang telah berada pada lehernya. Bau sabun mandi yang masih melekat pada tubuhnya menambah gairahku. Est .. Ah .. teruss.. kepalanya tengadah keatas menahan nikmat. Kini tiba ketika yang kutunggu. Handuk yang masih menutupi tubuhnya pribadi kubuka tanpa hambatan. Secara samar-samar dapat kulihat bentuk payudaranya. Kuremas dan kukecup dengan lembut dan au ..est..nikmaat..teruss ..aow .., Mbak ita menahan nikmat.

Sambil terus merasakan bab tubuhnya hasilnya saya hingga juga didaerah kemaluannya. Aku sedikit ragu untuk memcicipi kemaluanya yang sudah sedikit berair itu. Seperti difilm BF saya mencoba mempraktekkan gaya melumat kemaluan wanita. Kucoba sedikit dengan ujung lidahku, rasanya ternyata sedikit asin dan berbau amis. Tetapi itu tidak menghentikanku untuk terus menjilatinya. Semakin lama rasa jijik yang ada berkembang menjadi rasa ninkmat yang tiada tara.

Est ..est ..teruuss ..tee..russ..auw ..nik, mat..mbak ita tak bisa menahan nikmat yang diterimanya dari jilatan mautku yang sesekali kuiringi dengan memasukkan jariku ke liang senggamanya. “Mbak mau .. kelu..ar ahh” racaunya. Tanpa kusadari tiba-tiba keluar cairan kental dari vagina nya yang belakangan kutau bahwa itu yaitu cairan wanita. Aku belum berhenti dan terus menjilati kemaluanya hingga bersih.

Puas saya menjilati kemaluannya kemudian pribadi saya angkat ia kedalam rumahnya menuju kamar tidurnya. Aduh .. benar-benar tak habis pikir olehku, wanita segede ini bisa kuangkat dengan mudah. Sesampai dikamarnya saya pribadi terbaring dengan posisi terlentang. Mbak ita tanpa diperintah sudah tahu apa yang kumau dan pribadi mengambil posisi berada diatasku. Oh ..ya pembaca, bahwa batang kemaluanku standar-standar saja untuk orang Indonesia. Aku yang berada dibawah ketika itu sengaja tidak berbuat apa-apa dan membiarkan Mbak Ita mengambil inisiatif untuk memuaskanku.

Mbak Ita pribadi memegang kemaluanku dan mencoba memasukkannya kedalam liang senggamanya. Blues..bleb.. tanpa hambatan batang kejantananku karam seluruhnya kedalam liang kenikmatan Mbak Ita. Est..es..auw..oh..ah..aku hanya terpejam merasakan kemaluanku ibarat diperas-peras dan hangat sekali rasanya. Aku tak menyangka bahwa kenikmatan bersenggama dengan wanita lebih nikmat dibanding dengan saya beronani. Mbak Ita mulai menggenjot pantatnya secara perlahan tapi pasti.

Ah..ah..ah..oh..oh..nik..maatt..ahh.. Mbak Ita terus melaksanakan gerakan yang sangat erotis. Desahan Mbak Ita membuatku semakin bernafsu ditambah dengan payudaranya bergoyang kesana-kemari. Rupanya saya tak bisa lagi tinggal diam. Aku berusaha mengimbangi genjotan Mbak Ita sehingga irama genjotan itu sangat merdu dan konstan. Tangankupun tidak mau kalah dengan pantatku.

Aku berusaha mencapai kedua payudara yang ada didepan mataku itu. “Wah ..indahnya pemandangan ini” ucapku dalam hati. Tidak puas dengan hanya menyentuh payudara Mbak Ita, saya pribadi mengambil posisi duduk sehingga payudara Mbak ita sempurna berada didepan wajahku. Kembali saya melumat putingnya dengan lembut kiri dan kanan bergantian. Ahh..ah ..ah..oh.. Est..ss Mbak ita kelihatannya tak tahan menahan nikmat dengan perlakuanku ini.

Cerita Dewasa ABG Ngentot
Cerita Bokep Daun Muda
Cerita Hot Sedarah

Lama kelamaan genjotan Mbak Ita semakin cepat dan aku..a..ku.. kee..luuarr..ahh..ohh..nikmaatt Mbak ita hasilnya mencapai klimaks yang kedua kalinya. Aku yang belum apa-apa merasa kesal tidak bisa klimaks secara bersamaan. Akhirnya saya meminta Mbak Ita untuk kembali mengulum kemaluanku. Mbak Ita yang sudah mendapat kepuasan dengan semangat mengulum dan menjilati kemaluanku. Est..est..ahh..oh ucapku ketika Mbak Ita semakin mempercepat kuluman dan kocokannya pada kemaluanku. Sepertinya ia ingin segera memuaskanku dan menikmati air kejantananku.

Selang 10 menit ah..auw..oh..nik..maatt..oh.. crot..crot..crot..semua air maniku tertumpah diwajah Mbak Ita dan diseluruh tubuhnya. Saat itu Mbak Ita tidak berhenti kulumannya dan menjilati seluruh air jantan tersebut. Aku sangat ngilu dibuatnya tapi sungguh masih sangat nikmat sekali.

Setelah merasakan kepuasan yag tiada tara kami pribadi jatuh terkulai diatas kasur. Mbak Ita tampaknya sangat kelelahan dan pribadi tertidur pulas dengan keadaan telanjang bulat. Aku yang takut nanti tertangkap berair orang lain pribadi keluar dari kamar tersebut dan mengambil handukku menuju rumahku.

Ketika saya gres akan keluar dari rumah Mbak Ita, alangkah terkejutnya saya ketika dihadapanku ada seorang wanita yang kuduga sudah bangkit disitu dari tadi dan menyaksikan semua perbuatan kami. Eh..mm..mbak..mbak ..Desi..ternyata ia tidak lain yaitu Mbak Desi. “Permisi mbak, saya mau masuk dulu” ucapku akal-akalan tidak ada yang terjadi. Sambil berjalan tergesa-gesa saya pribadi menuju rumahku untuk menghindari introgasi dari Mbak Desi. Tiba-tiba “tunggu!!” teriak Mbak Desi.

Aku pribadi panas cuek dibuatnya. “Jangan jangan ia akan melaporkanku ke Kepala Desa lagi” ucapku dalam hati.” Aduuhh gawat nih, bisa-bisa basuh kampung” pikirku. ” A..a..ada apa ya mbak” balasku. Mbak Desi pribadi mendekatku dan berkata ” kau akan saya laporkan kesuami Mbak Ita dan kepala desa atas apa yang telah kau lakukan” ucap Mbak Desi. ” Ta..tapi kami melakukannya atas dasar suka sama suka Mbak ” balasku dengan perasaan sedikit cemas. Tiba-tiba ” ha..ha..ha..ha.. ” Mbak desi tertawa.

Aku semakin resah dibuatnya alasannya mungkin Mbak desi punya dendam dan sekarang berhasil membalaskannya. ” Nggak usah takut, pokoknya sekarang kau tetap bangkit disitu dan jangan sekali-kali bergerak ok!” usulnya. “Mbak mau melaporkan saya atau takut saya lari” ucapku semakin bingung. Tanpa bicara lagi Mbak Desi semakin mendekatiku. Setelah tidak ada lagi jarak diantara kami tangan Mbak Desi pribadi melepas handuk yang kugunakan tadi sehingga saya kembali telanjang bulat.”Mbak jangan dikebiri ya..” ucapku.”Nnggak..nggak pa pa kok” balasnya. Mbak Desi ternyata pribadi berjongkok dan mulai mengocok kemaluanku.

Ah..ah..oh..oh.. saya yang tadi lemas kembali berangasan dibuatnya. Belum lagi saya selesai merasakan nikmatnya kocokan lembut dari tangan Mbak Desi, saya kembali merasakan ada benda lembut, hangat dan berair menyentuh kepala kemaluanku. Aku pribadi tahu bahwa itu yaitu kuluman dan jilatan dari verbal Mbak Desi setelah tadi saya merasakannya dengan Mbak Ita. Kuluman dan jilatan Mbak Desi ternyata lebih nikmat dari Mbak Ita. Aku bertaruh bahwa Mbak Desi telah melaksanakan banyak sekali macam gaya dan variasi dengan suaminya untuk memperoleh keturunan.

Estt..ah..oh..oh..aduhh..auw.. desahku menahan hebatnya kuluman Mbak Desi. 15 menit sudah program kulum-kuluman itu dan sekarang Mbak Desi telah berganti posisi dengan menungging. Pantatnya yang kecil namun berisi itu sekarang menantangku untuk ditusuk segera dengan rudalku. “Ayo..cepetan..kamu sudah lama menginginkan ini kan..Mbak tau kau sering ngintip dari celah pintu itu..ayoo masukkan dong” ucapnya dengan mesra.

Aku jadi aib dibuatnya bahwa selama ini ia tahu akan perbuatanku. Tanpa pikir panjang saya pribadi mencoba memasukkan batang kemaluanku ke liang kenikmatan Mbak Desi. “Aduh!!” meleset pada tusukanku yang pertama. Aku kembali mecoba dan bluess..akhirnya saya berhasil juga. “Gila nih perempuan “pikirku, “ternyata lubang kemaluannya masih sempit sekali” ucapku. Perlahan saya coba menggoyangkan pantatku mau-mundur. Ah.ah..ahh..oh..oh..oh..ah.. Mbah Desi mulai mendesah menahan nikmat. Aku semakin mempercepat goyanganku alasannya memang ini yaitu gaya favoritku. “Ayo..teruuss..ayo..” teriakku memberi semangat”.

Ah..ah..ah..oh..desah Mbak Desi semakin terdengar kencang. Melihat payudaranya yang bergelantung dan bergoyang-goyang membuatku ingin mewujudkan impianku selama ini. Sambil terus menggenjot Mbak Desi saya berusaha mencapai payudaranya. Kuremas-remas dengan garangnya seolah meremas santan kelapa. Aw..sakiitt..adu..hh..ah..ah.. Mbak Ita tak tahan akan perlakuanku. Aku tidak memperdulikannya dan tetap menggenjot dengan cepat.

Kemudian saya mengganti posisi dengan menggendong Mbak Desi didepanku. Bluess.. Kembali batang kejantananku kumasukkan kedalam liang senggamanya. Ahh..ah..ah..ah..desah Mbak Desi menahan nikmat. Kulumat bibir dan kuciumi seluruh leher dan kukecup kedua puting susunya yang merah itu. Adu..nikkmatt sekaalii ah..ah..ah..oh..oh.. Mendapat perlakuan demikian bertubi-tubi hasilnya Mbak Desi tak sanggup lagi menahan klimaksnya “Keeluuarr ..mau..ke..lua..rr hasilnya Mbak Desi mencapai klimaksnya.

Aku yang sedikit lagi juga hampil finish semakin menggenjot dengan cepat.”Blep..blep..blep..bunyi hentakan sodokan antara kemaluanku dan kemaluan Mbak Desi yang sudah sangat berair tersebut. Tidak lama kemudian saya merasakan ada denyut-denyut di ujung batang kemaluanku dan:”Crot..crot..crot..tumpahlah seluruh iir maniku kedalam liang senggamanya.

Setelah itu kami berciuman sambil merasakan sisa-sisa nikmat yang ada dan kembali kerumah masing-masing. Keesokan harinya ketika bertemu, kami seperti tidak merasakan sesuatu terjadi. Pembaca sekalian rupanya Mbak Ita tidak mau lagi berbicara denganku sejak kejadian itu tapi saya terkadang masih melaksanakan kekerabatan sex ini hanya dengan Mbak Desi saja ketika saya sedang ingin atau ia sedang sangat ingin melakukannya. Sekarang saya sudah selesai kuliah dan tidak lagi tinggal dibedengan itu. Saya masih sangat merindukan untuk kembali berhubunagn sex dengan Mbak Desi atau Mbak Ita alasannya mereka telah membuat saya tidak virgin lagi.

Cerita Sex Dewasa | Kutemukan Kenikmatan di Kos sahabat ku

Cerita Sex Dewasa | Kutemukan Kenikmatan di Kos sobat ku – Cerita ini terjadi waktu saya datang ke wisuda sobat aku, nah setelah selesai di wisuda ceritanya saya dan ia itu ke tempat kostnya di tempat Palmerah. Nama temanku Tina (sudah disamarkan). Secara garis besar ia yaitu seorang gadis yang indah dengan ukuran dada 36B, lalu dengan tinggi 159 cm dan berat 48 kg, dan rambut hitam legam sepundak, memang 2 tahun lebih bau tanah dari aku, saya kenal sama ia pas waktu ia mengulang salah satu mata kuliah di semester 2 semenjak itu saya cukup bersahabat dengan dia, dan ia yaitu satu-satunya orang yang tahu pengalaman misteriusku dengan Vita. Tina yaitu anak seorang pengusaha sukses di Bali, tapi alasannya yaitu ia ingin sekali kuliah jurusan komputer di Jakarta, akhirnya ia kost di dekat kampus, alasannya yaitu memang Tina tidak mempunyai keluarga di Jakarta Sesampainya di tempat kostnya terus terang saya kagum banget alasannya yaitu rumah kost Tina itu bagus banget, memang sih Tina pernah bilang tempat kostnya tuh mahal sekali satu bulan bayarnya sekitar 600.000-an tapi saya tidak menyangka bahwa rumah kostnya sebagus ini, soalnya biasanya dimana-mana tempat kost identik dengan rumah sederhana, tapi kali ini ternyata saya melihat sebuah rumah kost yang megah. Akhirnya terpaksa saya menyudahkan lamunkanku alasannya yaitu saya mendengar teriakan 3 orang wanita, yang ternyata sobat kostnya Tina, setelah itu saya dikenalkan Tina dengan ketiga sobat kostnya itu. Nama ke tiga anak kost itu ada Silvi, Anna, Sonia. Silvi yaitu seorang wanita yang saya perkirakan berusia sekitar 23 tahun, cukup indah dengan rambut ikal sebahu. Anna seorang wanita berusia 22 tahun, mahasiswi tingkat final di kampus yang sama dengan saya dan Tina, walaupun tidak terlalu indah tapi dada dan pantatnya terlihar padat dan menantang lalu Sonia seorang wanita yang berusia 24 tahun dan terlihat paling indah diantara Silvi dan Anna.

Singkat dongeng akhirnya kami berlima pesta pora merayakan wisuda Tina, memang saya sempat tanya ada berapa anak kost di rumah ini menurut mereka ada 5 orang semuanya wanita tapi yang satu sekarang sedang pulang ke kampung halamannya. Lalu saya juga sempat tanya dimana majikannya, lalu kata mereka majikannya ada di Canada, dan segala keperluan rumah sudah diserahkan kepada seorang pembantu rumah tangga yang sengaja disiapkan disana.

Lalu disela-sela obrolan kami, saya sempat melihat ada seorang gadis yang berusia sekitar 21 tahun keluar dari dalam, saya pikir ini juga anak kost disini alasannya yaitu ia terlihat amat indah hanya bedanya kecantikan gadis yang gres kulihat ini lebih alami dan natural. Dan rupanya Tina melihatku sedang memperhatikan gadis itu sehingga ia berkata “Hei Tom, sudah donk masa lu ngeliatin si Susi saja”, “Oh, jadi ia namanya Susi toch, apa ia juga anak kost disini?” tanyaku. Eh mereka semua malah pada senyum, lalu Sonia bilang “Tommy…, Tommy…, sudah saya bilang disini cuma ada 5 orang plus 1 pembantu, dan sekarang sobat kami yang satu sedang pulang kampung!”. “Jadi artinya Susi itu pembantu kalian donk”, potongku dan mereka semua menjawab serempak “Pinter”, dan setelah itu mereka mengolok-ngolokku, alasannya yaitu menurut mereka saya tuch naksir sama Susi.

Lalu mungkin gara-gara itu kami jadi ngelantur bercerita ihwal Susi, dan akhirnya mereka berempat mengajakku taruhan mampu tidak saya mengajak Susi yang masih virgin dan tidak pernah pergi sama laki-laki itu ML denganku. Aku sempat bilang lu orang pada asing yach, tapi alasannya yaitu saya diolok-olok dan dikatain chicken, dll akhirnya saya sanggupin juga dech untuk mencobanya, lalu saya bilang “Tapi dengan syarat lu orang harus membantu rencanaku, dan kalau saya berhasil taruhannya apa donk?” dan akhirnya setelah mikir sejenak Sonia bilang “Kalau kau berhasil kau boleh minta apa saja”, “Oke…” jawabku.

Lalu saya bilang, “Aku punya rencana begini, nanti saya akal-akalan sakit dan tidur di kamar Tina, terus lu suruh ia tolong kerokin aku, lalu pas lagi di kerokin saya akan suruh ia nyalahin VCD yang tentu saja isinya film bokep”. Dan akhirnya Tina dan Sonia yang menuju ke dalam mencari Susi, sedang saya Anna, dan Silvi menuju ke kamar Tina, disana saya tiduran sambil akal-akalan pakai balsem, dan menyerupai orang masuk angin. Tidak beberapa lama kemudian, saya lihat Susi dan bersama Tina dan Sonia, lalu akhirnya mereka berempat keluar tinggal saya dan Susi berdua di kamar. Lalu saya dengar ada bunyi yang sangat lembut menyapaku “Ada apa Mas?”, lalu dengan gugup saya menyahut “Nggak nich Mbak, saya sepertinya masuk angin, mampu minta tolong kerokin nggak yach?”. “Boleh Mas”, jawab Susi lagi, lalu ia mengambil minyak kayu putih dan uang logam seratusan, dan ia menyuruh saya membuka baju lalu ia mulai mengeroki badanku. Dan menyerupai rencanaku akhirnya saya meminta tolong padanya mengambilkan remote, lalu saya menyalakan TV dan VCD.

Dan setelah menyala, pribadi dech terlihat kepingan syur di TV, dan saya mencicipi seketika itu juga uang logam yang dipegang Susi jatuh ke lantai, lalu saya bilang ke Susi. “Sus, maaf yach saya mau nonton film ini soalnya besok pagi sudah harus dikembaliin, kau nggak ‘pa-‘pa kan yach?”. Lalu dengan gugup saya lihat ia bilang “Nggakk pappaa kok, Mas”, lalu saya tanya lagi “Kamu pernah nonton film beginian Sus?”, “Dan ia bilang belum pernah, Mas”, lalu saya lihat ia mengambil duit logam dan kembali mengerokiku dan saya kembali menikmati kepingan syur di depan mataku, tapi lama kelamaan saya mencicipi kerokan Susi semakin melemah dan nafasnya kian memburu dan lalu saya pikir ini yaitu ketika terbaik untuk memulainya, lalu akhirnya tanganku mulai menyentuh pahanya, dan alasannya yaitu tidak ada reaksi menolak lalu tangan saya mulai semakin naik dan akhirnya hingga di payudaranya dan lagi-lagi ia diam, lalu saya pribadi balik tubuh dan pribadi memeluk dan menciumnya, dan alasannya yaitu ia masih virgin ia agak lama gres membalas ciumanku, dan walaupun tampak kaku, saya mencicipi kenikmatan tersendiri, setelah itu saya mulai perlahan-lahan membuka kaos dan roknya, dan lalu saya mulai meremas-remas payudaranya yang hanya dilapisi oleh BH warna krem, dan saya lihat ia tuch meringis kenikmatan, dan setelah puas bermain di payudaranya tanganku segera kebawah dan meraba-raba CD-nya yang sudah basah, lalu saya mulai mengesekkan jariku perlahan-lahan dan saya lihat ia tuch semakin menggelinjang kenikmatan, setelah itu saya membuka CD-nya dan kemudian mulai menjilat-jilat liang kewanitaannya, dan mencari clitnya.

Dan sewaktu lidahku bermain di dalam liang kewanitaannya tanganku kembali bergerak ke atas dan membuka BH-nya dan bermain di atas payudaranya 15 menit kemudian, saya sudahi permainanku di liang kewanitaannya, dan aku-pun mulai mencopot kemeja dan celanaku di depan Susi, dan mungkin alasannya yaitu tidak tahu apa yang harus dilakukannya Susi membisu saja, dan pas saya menurunkan CD-ku, Susi berteriak kecil “Ahh..” dan saya jadi kaget, dan saya bilang “Ada apa Sus?”, dan ia bilang “Saya ngeri ngeliat barang Mas”. Dan lalu dengan senyum saya bilang tidak apa-apa, lalu saya bawa tangannya ke penisku, dan lalu dengan malu-malu ia memegang penisku dan mengocoknya pelan-pelan. Dalam hati saya berkata wah nich anak pinter juga, gres sekali nonton BF tahu apa yang harus dilakukannya.

Dan tidak beberapa lama kemudian saya suruh ia mengisap penisku, tapi mula-mula ia bilang nggak mau alasannya yaitu geli tapi alasannya yaitu terus di paksa akhirnya ia lakukan juga. Dan untuk seorang pemula hisapan Susi cukup andal (walaupun tidak sehebat Vita), setelah puas saya lalu menyuruhnya udahan dan kemudian saya berkemas-kemas untuk memasukkan penisku ke liang senggamanya, dan sesampainya di depan liang kenikmatannya ia pribadi bangun dan bilang “Nggak boleh donk Mas kan saya masih perawan”. Dalam hati saya berkata sial nich cewek mampu kalah dech aku, tapi akhirnya saya nggak kehabisan logika lalu perlahan-lahan saya bilang kalau ia nggak mau yach sudah saya nggak masukin semua hanya ujungnya saja dan itu nggak merusak selaput daranya. Akhirnya dengan usaha keras saya diijinkan untuk memasukkan kepala penisku di liang surganya, dan lalu saya mulai memasukkannya perlahan-lahan. Dan menyerupai dugaanku liang senggamanya amat sempit sehingga saya agak menemui kesusahan memasukkan kepala penisku.

Dan setelah masuk saya mulai menarik dan memasukkannya perlahan-lahan, dan menyerupai dugaanku Susi keenakan, dan ia lalu berkata “Mas masukkin semua donk masa kepalanya doank!” lalu dengan akal-akalan kurang arif saya bilang “Kata kau kepalanya saja, tapi lalu ia bilang “Nggak ‘pa-‘pa dech Mas ayo donk cepat Mas!”. Akhirnya saya memasukkan sisa penisku ke liang kewanitaannya. Setelah masuk saya mulai menggoyangkannya, beberapa menit kemudian saya menarik penisku dan menyuruh ia nungging dan saya melakukannya dengan posisi dog style, sekitar 10 menit kemudian saya dengar Susi bilang “Mas kok saya tiba-tiba mau pipis sich yach?” terus saya bilang “Kalau itu bukan pipis tapi tandanya kau hampir orgasme”. Dan saya suruh ia tahan sebentar alasannya yaitu saya juga sudah mau keluar dan 3 menit kemudian saya keluar barengan dengan dia.

Setelah itu saya dan ia jatuh ke ranjang, dan saya sempat lihat spermaku yang berceceran di lantai beserta beberapa bercak darah, setelah itu saya bilang terima kasih ke dia, dan ia lalu keluar kamar dan saya pun ke kamar mandi untuk membersihkan badanku yang penuh dengan keringat.

Setelah saya selesai mandi, saya lalu keluar kamar dan saya nggak menemui Tina, dan ketiga kawannya di ruang depan, dan saya sempat clingak-clinguk dech nyariin mereka, dan tiba-tiba saya dengar ada bunyi yang memanggilku dari arah sebelah kiriku, “Tom, sini donk Tom, kita juga mau ngerasain barang kau donk”. Spontan saya menghadap ke asal bunyi tersebut dan saya lihat Silvi yang sudah berada dalam keadaan polos memanggilku di muka pintu kamarnya. Langsung dech adikku yang tadinya sudah kembali tidur tegak lagi, dan segera saya menyamperi Silvi yang memang sudah menungguku, sesampainya di dalam kamar saya hingga kaget melihat ternyata di dalam kamar itu bukan hanya terdapat Silvi saja tetapi juga ada Tina, Sonia, dan Anna, hanya mereka bertiga masih berpakaian lengkap. Aku bilang ke Tina, “Tuch kan Tin, saya berhasil kan naklukin Susi” Iya dech Tom, kita percaya sekarang”. Setelah itu saya pribadi bilang “Ayo sekarang saya minta hadiahku”. Lalu jawab mereka “Eloe minta hadiah apa?”. Langsung dech otakku mikir minta apa yach, terus saya bilang “Aku pengen tidur bareng kalian bertiga sekaligus”, dan reaksinya mereka berempat pribadi teriak “Yes, siapa takut memang itu kok yang kami harapkan”, lalu Silvi sempat nambahin, “Tahu nggak Tom, kenapa saya bugil semoga lu nafsu lihat saya dan minta ML sama saya ternyata siasat saya berhasil, lagian tadi kan pas lu ML sama Susi kita pada ngintip lho”, dan saya pribadi dech berpura-pura terkejut padahal sich saya tahu kok he he he, tapi saya membisu saja sok cool.

Setelah itu Anna, Tina dan Sonia mulai striptease di depanku sambil perlahan-lahan membuka bajunya satu persatu hingga mereka semua benar-benar bugil, dan alhasil adikku yang memang dari tadi sudah bangun jadi semakin tegak, dan setelah mereka selesai dengan baju mereka sendiri mereka dengan ganas pribadi menyerbuku, dan dengan penuh nafsu birahi, mereka mempreteli baju dan celanaku satu demi satu, dan ketika celana dalamku diturunkan mereka sempat terpesona melihat barangku, lalu tiba-tiba Tina menunduk dan pribadi menjilat-jilat penisku sementara Anna pribadi mengarahkan liang kewanitaannya ke mulutku yang pribadi saja kusambut dengan jilatan-jilatan di sekitar liang kewanitaannya, sementara itu tanganku menggerayangi payudara Sonia, sementara itu pula Sonia menjilat payudara Silvi, lalu kami saling berganti-ganti posisi, setelah puas dengan gaya tersebut saya mulai berdiri dan mula-mula saya mengarahkan penisku ke arah liang kewanitaan Tina, dan sumpah saya menemui kesulitan untuk memasukkan penisku tersebut tapi dengan upaya keras akhirnya saya berhasil untuk memasukkannya, setelah beberapa lama saya dengar Tina merintih dengan keras dan akhirnya ia orgasme, lalu kucabut penisku dari liang senggamanya, dan saya sempat lihat ada bercak darah di penisku, dan saya sempat tanya “Tin, lu masih virgin yach?” dan Tina menjawab katanya “Kami berempat masih virgin Tom”, busyet saya hoki benar dalam semalam dapat 5 cewek masih virgin semua.

Lalu saya mulai mencoba memasukkan penisku ke liang kewanitaan Silvi, kali ini saya lebih pelan-pelan dan santai, walaupun sulit tapi tidak sesulit sewaktu saya memasukkan penisku ke liang kewanitaan Tina, mungkin alasannya yaitu penisku sekarang sudah basah, dan kulihat liang kewanitaan Silvi pun sudah sangat basah, lalu saya kembali memaju mundurkan pantatku, sekitar 10 menit saya merasa bahwa spermaku akan segera keluar, lalu saya pribadi menurunkan tempo goyanganku, dan segera saya mulai mengalihkan permainanku ke arah payudara Silvi, setelah beberapa lama saya kembali mulai mempercepat goyangan pantatku, tapi itupun tak bertahan lama alasannya yaitu 5 menit kemudian saya sudah ingin mengeluarkan sperma lagi, sebetulnya ingin saya tahan tapi alasannya yaitu saya kasihan sama Silvi orgasmenya tertunda melulu, terpaksa saya malah mempercepat laju permainanku dan 3 menit kemudian saya bilang sama ia “Aku sudah mau keluar nich, saya keluarin di dalam atau di luar?”. Lalu ia jawab “Di dalam saja”. Akhirnya saya dan ia keluar secara bersamaan.

Setelah itu saya merebahkan diri ke tempat tidur, tapi gres sepuluh menit saya tiduran saya mencicipi barangku saja yang dijilat-jilat, dan ternyata saya lihat kali ini Anna yang menjilat-jilat barangku, akhirnya adikku bangun lagi dech dan saya pribadi melepas barangku dari mulutnya dan pribadi mengarahkan barangku ke kemaluannya, dan kali ini saya kembali menemui kesulitan, alasannya yaitu liang kewanitaan Anna benar-benar sempit, dan kecil, penisku hingga perih rasanya, akhirnya dengan sedikit paksaan saya berhasil juga memasukkan barangku ke dalam liang surganya, sekitar 15 menit kemudian Anna teriak Tom, saya mau orgasme nich, dan saya pribadi bilang “Tunggu donk saya juga sudah mau orgasme nich”. Akhirnya saya mempercepat contoh permainan, dan akhirnya saya keluar barengan ia di dalam liang senggamanya. Setelah itu saya pribadi tiduran lagi, tapi saya liat kali ini Sonia menyamperi saya dan bilang “Tom giliran saya kapan?” “terus saya bilang besok saja yach saya cape nich”. Tapi sebagai jawabnya ia malah merenggut dan pribadi mengocok-ngocok barangku, dan secara perlahan barangku kembali bangun, setelah bangun secara maksimal, Sonia lalu berdiri dan duduk sempurna diatas barangku sambil tangannya perlahan membuka bibir kemaluannya, dan saya mencicipi perih di sekitar barangku, alasannya yaitu Sonia memasukkannya dengan agak keras, setelah itu ia mulai mengoyang-goyangkan pantatnya naik turun sambil sesekali ia mengoyang-goyangkannya ke depan dan ke belakang, alasannya yaitu merasa nikmat sekali nggak hingga 10 menit saya merasa saya sudah mau orgasme, dan saya bilang ke Sonia “Son, saya sudah mau orgasme nich”, dan sebagai jawabannya ia mencabut barangku dan mengulum kembali barangku dan akhirnya saya memuntahkan spermaku di mulutnya dan kemudian diminum semua oleh Sonia “Obat kekal muda katanya” Dan saya sich tersenyum saja mendengarnya.

Nggak lama kemudian saya tidur bersama mereka berempat dalam keadaan bugil. Sekitar Jam 7 pagi saya bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi alasannya yaitu terus terang badanku lengket semua keringatan. Lalu saya mulai mandi dan menyabuni penisku, mungkin alasannya yaitu terkena tanganku eh adikku malah bangun lagi, dan ketika itu pintu kamar mandi terbuka, lalu saya lihat Tina masuk ke dalam, dan kaget “Gila lu Tom, mau onani yach, ngapain Tom, sayangkan lu buang gitu saja, mending buat aku, lalu setelah itu Tina nyamperin saya dan mulai memain-mainkan barangku sebentar lalu ia mulai mengulum penisku, sekitar 15 menit ia mengulum penisku, hingga akhirnya saya mengeluarkan spermaku di dalam, dan kemudian diminum seluruhnya oleh Tina, nggak beberapa lama kemudian ia malah nungging dan minta di fuck dengan posisi doggy style, tadinya saya sudah mau nolak dan jelasin bahwa bahwasanya saya lagi bersihin barangku bukan onani, tapi alasannya yaitu nafsu lihat pantat mulus akhirnya saya masukin juga barangku ke liang kewanitaannya, dan kali ini saya nggak sesulit sewaktu memasukkan barangku tadi malam, dan setelah puas dengan doggy style ia malah minta fuck dengan gaya monyet, dimana saya ngefuck sambil ngegendong dia, yach sudah dech akhirnya saya lakukan juga ajakan dia, 5 menit kemudian saya merasa bahwa saya mau orgasme, dan ia bilang “Yach sudah Tom keluarin di dalam saja, saya pengen ngerasain sperma kau kok” Akhirnya saya keluarin juga dech spermaku di dalam liang kewanitaannya, lalu setelah itu kita malah mandi bersama dan sekitar pukul 9 pagi saya balik ke rumah dan tidur hingga malam.

Ungkapan Cinta Hari Valentine Bagi Pasangan Jarak Jauh (LDR)

ide kado valentine unik <a href=

Bagi Anda yang sedang memjalani long distance relationship mungkin sedikit kebingungan bagaimana cara mengungkapkan kasih sayang di hari valentine nanti alasannya ialah antara Anda dan pasangan Parfum Pheromone berada berjauhan.

Padahal di jaman teknologi komunikasi semakin canggih dikala ini seharusnya jarak bukan lagi suatu penghalang untuk Anda mengungkapkan kasih sayang di momen spesial.

Lalu bagaimana caranya?

1. Video call

Manfaatkan fitur video call yang disediakan oleh beberapa media umum menyerupai LINE, Google Hangout dan lain-lain. Anda mampu pergi ke tempat-tempat yang bernuansakan alam lalu melaksanakan video call dengan pasangan Anda semoga memperlihatkan kesan romantis.Tapi ingat pilih tempatnya jangan di pegunungan khawatir susah sinyal. Karena video call membutuhkan koneksi internet yang lumayan cepat. Anda mampu memilih taman depan rumah atau taman-taman umum di sekitar kota kawasan tinggal.

2. Kirim Foto + Caption

Andai sinyal tidak mendukung Anda untuk mampu melaksanakan video call. Anda mampu saja menggantinya dengan mengirim foto spesial. Salah satu contohnya ialah foto selfie sambil memegang selembar kertas yang bertuliskan ungkapan sayang Anda kepada pasangan.Lalu upload di sosial media, misalnya di instagram. Jangan lupa untuk tag ke akun instagram pasangan  Anda. Sebelum melakukannya Anda tak perlu bilang kepadanya, biarkan dirinya terkejut melihat notifikasi instagram yang datang dari Anda. So sweett ^_^

3. Kirim Hadiah

Memberikan hadiah secara eksklusif kini bukan lagu suatu hal yang langka. Ada banyak penyedia jasa layanan kurir dengan tarif terjangkau. Untuk Anda seorang wanita yang galau ingin memberi hadiah apa di hari valentine, salah satu rekomendasi terbaik ialah membelikan pasangan sepatu baru.
Anda mampu membelinya secara online melalui toko online terpercaya yang kini keberadaannya sudah sangat banyak sekali. Atau kalau Anda galau memilih toko online, silahkan kunjungi 
Anda mampu dengan leluasa memilih sepatu pria model terbaru tahun 2016 dengan aneka macam pilihan model. Setelah itu mintalah kepada pihak toko online untuk mengirimkannya eksklusif kepada pasangan Anda. Jika order hadiahnya melalui parfum perangsang Parfum Pheromone Anda mampu eksklusif request kartu ucapan valentine tanpa dikenakan biaya tambahan.
Naah.. 3 hal tadi setidaknya sudah mampu memperlihatkan inspirasi kepada Anda untuk mengungkapkan cinta kepada pasangan di hari valentine meskipun jarak antara Anda dan pasangan sangat jauh. Ekspresikan perasaan rindu dan kasih sayang Anda kepadanya dengan lapang dada dan penuh kejutan.